Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

SIAPA PENGGANTI WAKIL WALIKOTA TERPILIH BALIKPAPAN YANG MENINGGAL DUNIA

BANJIR DI WILAYAH DESA TANAH DATAR KM 42, DI DUGA AKIBAT TERTUTUPNYA JALUR SUNGAI ALAM
27 Januari 2021
WALIKOTA BONTANG TERPILIH BASRI RASE POSITIF COVID 19
29 Januari 2021

SIAPA PENGGANTI WAKIL WALIKOTA TERPILIH BALIKPAPAN YANG MENINGGAL DUNIA

Alm, Thoha Azis SH.(wakil Walikota Terpilih Kota Balikpapan).

FOCUS,-BALIKPAPAN,- Sehari setelah meninggalnya wakil walikota terpilih Balikpapan Thohari Azis (ketua DPC Partai PDIP Kota Balikpapan), bermunculan pendapat-pendapat sosok pengganti alm,Thohari Azis yang akan menggantikan sebagai wakil walikota Balikpapan, ada pandangan dari beberapa pendukung Alm, Thohari Azis bahwa istri alm,Thohari Azis yaitu Risti Utami Dewi Nataris bisa saja diusulkan oleh PDIP sebagai salah satu kandidat sebagai pengganti Alm,Thohari Azis oleh partai PDIP, berhubung selama ini beliaulah yang berjuang secara bersama-sama alm,semasa hidupnya dalam membatu persiapan pencalonan sebagai wakil walikota sampai terpilihnya sebagai wakil walikota Balikpapan.

 

Ketua KPUD Kota Balikpapan Noor Thoha S.Pd,SH

Akan tetapi perlu diketahui bahwa regulasi pergantian calon kepala daerah atau wakil calon kepala daerah regulasinya telah diatur berdasarkan undang –undang. Di temui di kantor KPUD Kota Balikpapan, Ketua KPUD Kota Balikpapan Noor Thoha menyampaikan bahwa mekanisme proses penggantian wakil walikota Balikpapan akan di tentukan usai pelantikan walikota Balikpapan terpilih, setelah usai pelantikan, barulah akan dilakukan penggodokan usulan penggantian di DPRD Kota Balikpapan. Mengenai proses pergantiannya nanti  akan dibicarakan oleh partai-partai pengusung yang kemarin menjadi perahu paslon Rahmad Mas’ud –Thohari Azis pada pilkada kota Balikpapan periode 2019-2024.

Proses penggantian kepala daerah atau wakil kepala daerah yang berhalangan tetap atau meninggal dunia alur dan mekanismenya sudah dijelaskan dalam Pasal 176  Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang (UU No 10/2016 Pilkada). Pasal 176 ayat (1) dinyatakan bahwa dalam hal Wakil Kepala Daerah berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Kepala Daerah dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung.  

Dalam ayat (2) dalam pasal yang sama dijelaskan bahwa Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung mengusulkan 2 (dua) orang calon Wakil Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Kepala Daerah untuk dipilih dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. (3) Dalam hal Wakil Kepala Daerah berasal dari calon perseorangan berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Kepala Daerah dilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing oleh DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan Kepala Daerah. Jadi tidak ada garansi bahwa pengganti wakil walikota terpilih itu harus berasal dari partai dimana yang bersangkutan berasal, ***(Focustime Media)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.