Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

PERWAKILAN KTNA KAB MAMUJU PROV SULBAR MENGUNJUNGI LAHAN DEMPLOK PERTANIAN PAK SUTIYOKO DI SEMPAYANG GUNTUNG KAB KUTAI-TIMUR.

EKONOMI RAKYAT ‘PECEKLIK’ KELAPARAN DIDEPAN MATA, PEMPROV DKI HARUS GUYUR BLT DAN MODAL USAHA
10 April 2021
KAPAL ENTEBE EXPRESS KEMBALI BEROPERASI LAYANI RUTE BONTANG-MAMUJU SULAWESI-BARAT.
11 April 2021

PERWAKILAN KTNA KAB MAMUJU PROV SULBAR MENGUNJUNGI LAHAN DEMPLOK PERTANIAN PAK SUTIYOKO DI SEMPAYANG GUNTUNG KAB KUTAI-TIMUR.

Foto Wakil Ketua KTNA Kab Mamuju Muhammad Jafar mengunjungi lahan pertanian Pak Sutiyoko Waluyo (Eks anggota DPRD bontang) beralih profesi jadi Petani modern di Sempayang Kutim.

FOCUSTIME.ID,- KALTIM-. Gempa magnituda 6,2 SR yang melanda kabupaten mamuju dan kabupaten majene provinsi sulawesi-barat, terjadi pada januari 2021 masih menbekas dalam ingatan kita semua, terkhusus masyarakat sulawesi-barat yang merasakan dampak langsung  gempa tersebut tentunya sangat trauma, akan tetapi pasca gempa, masyarakat sulawesi barat mulai menata perekonomiannya lagi. Bagi yang berprofesi sebagai pedagang, mulai menjalankan usahanya, bagi ASN mulai beraktifitas kantor seperti biasa, bagi masyarakat petani, juga mulai mencoba kembali menggarap lahan seperti biasa. Namun ada juga beberapa masyarakat sulbar yg mencoba hijrah dari kampung halaman menuju kalimantan-timur untuk mencoba bertani dikalimantan.

foto dikebun pak sutiyoko bersama pak jafar, dan Nabil Mahasiswa dari Yogyakarta

Salah satu masyarakat sulbar yang tergabung dalam KTNA dikabupaten Mamuju bapak Muhammad Jafar Kohir, Melakukan silaturahmi kekalimantan-timur, beliau melakukan perjalanan dari mamuju sulawesi-barat pada tgl 02 April 2021, dan telah mengunjungi kabupaten kutai-timur, dan Kota Bontang dalam rangka silaturahmi ke petani-petani yang ada di Kutim dan kota bontang. Berdasarkan hasil wawancara langsung media focustime dengan pak Jafar, tentang hasil kunjungan yang dilakukan pada sejumlah lahan pertanian di kaltim, beliau (pak Jafar) menyampaikan bahwa luar biasa, lahan pertanian yang ada di kalimantan-timur ini cukup luas, serta sangat berfotensi untuk digarap untuk dijadikan lahan pertanian dalam rangka menopang kehadiran IKN di kalimantan-timur, pak jafar menyampaikan bahwa di kabupaten kutai timur (sangata) saya menyaksikan langsung petani-petani yang bercocok tanam pada areal lahan yang baru di buka, dan mereka menanam padi, tanaman palawija cukup subur, bahkan padi gunung  saya lihat tingginya sampai 1,5 mtr,mengenai struktur tanah, tanah khususnya dikalimantan ini cukup subur, terbukti padi gunung yang ditanam petani tanpa menggunakan pupuk bisa subur seperti itu, bagaimana nanti jika lahan pertanian tersebut di kelola dibawa binaan kelompok tani serta adanya penyuluhan dari PPL setempat, saya rasa ketersediaan pangan di kaltim akan melimpah, serta tidak mengandalkan lagi suplai pangan dari daerah-daerah diluar kaltim contohnya dari jawa dan sulawesi. Tinggal pengembangan dan pembinaan kelompok tani di sini, saya rasa suda cukup untuk menghidupi sektor pangan masyarakat kalimantan-timur.

Pak Jafar berfoto pada pepaya kalifornia milik pak sutiyoko berbuah lebat.

Selanjutnya pak jafar bersilaturahmi dengan pak sutiyoko waluyo, beliau adalah mantan anggota DPRD kota Bontang periode 2014-2019, serta mengunjungi demplot perkebunan yang dikelola langsung oleh beliau (pak Sutiyoko) disana pak jafar diantar berkeliling kebun milik pak sutiyoko untuk melihat tanaman-tanaman dilahan pak sutiyoko, dan pak jafar memuji hasil karya pak sutiyoko karna dilahan ntersebut terdapat areal khusus budidaya pepaya kalifornia, lada (merica), pisang, dan beberapa tanaman lainnya. Saat awak media melakukan wawancara dengan pak sutiyoko, beliau menyampaikan bahwa lahan kami ini baru di garap kurang lebih 8 – 9 bulan, anggaplah normalnya sekitar 1 tahun, namun melihat dari hasil pengembangan pertanian yang dikembangkan pak sutiyoko, kata pak sutiyoko inilah kita lihat hasilnya, silahkan teman-teman media yang menganalisa sendiri Candanya.

Kembali media focustime mewawancarai pak Jafar tentang lahan yang dikelolah oleh pak sutiyoko ini, pak jafar menyampaikan bahwa Luaar biasa, perkebunan yg dikelola oleh pak Sutiyoko ini benar-benar membuat saya mengacungkan jempol, krn kita lihat pada umumnya  seorang mantan anggota DPRD banyak yg setelah pensiun mereka mengurung diri dirumah atau sibuk bisnis dll, tapi pak sutiyoko ini insya Allah telah mampu menjadi mentor kepada para masyarakat kaltim bahwa ayo mari kita bertani, jangan kita pandang enteng hasil pertanian, kita jangan terfokus kerja diperusahaan atau pabrik, karna hasil pertanian lebih besar dari gaji pekerja diperusahaan maupun di pabrik. Menutup wawancara dengan media, pak jafar menyampaikan insya Allah saya akan datang lagi ke kaltim untuk bekerja sama dengan pak sutiyoko untuk membantu membina petani-petani agar mampu meningkatkan hasil, kedepan saya ingin menciptakan pertanian di kaltim dengan sistem integrasi ternak, karna dengan bertani terintegrasi dengan peternakan, kotoran-kotoran ternak bisa kita pakai sebagai pupuk kompos seperti yang telah dilakukan oleh pak sutiyoko ini.sekali lagi sangat luar biasa.( Focustime media).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.