Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

PENUMPANG KAPAL ENTEBE EXPRESS PADA PEMBUKAAN PELAYARAN PERTAMA PASCA LEBARAN MEMBLUDAK DI PELABUHAN LOKTUAN KOTA BONTANG.

Ekonomi Rakyat ‘Paceklik’ Kelaparan Didepan Mata, Pemprov DKI Harus Guyur BLT dan Modal Usaha
18 April 2021
CATATAN CALON PENUMPANG KAPAL ENTEBE EXPRESS
28 Mei 2021

PENUMPANG KAPAL ENTEBE EXPRESS PADA PEMBUKAAN PELAYARAN PERTAMA PASCA LEBARAN MEMBLUDAK DI PELABUHAN LOKTUAN KOTA BONTANG.

Foto Kapten kapal Entebe Express Keza Julia Monica

FOCUSTIME.ID,-BONTANG,– Pembukaan jalur pelayaran perdana kapal Entebe Express di pelabuhan loktuan Kota bontang pasca lebaran idul Fitri 1442 H terjadi pada hari,Kamis 20 Mei 2021, bedasarkan dari pantauan media, bahwa calon penumpang kapal Entebe Expres yang satu-satunya kapal yang melayani rute pelayaran pelabuhan loktuan bontang menuju Kabupaten Mamuju Provinsi sulawesi-barat yang merupakan kapal perintis khusus melayani rute-rute pulau-pulau yang merupakan program pemerintahan presiden Jokowidodo ini, Begitu sangat membantu masyarakat sulawesi-barat yang bermukin di Kalimantan-timur utamanya di bontang dan kutai timur. Berdasarkan pantauan media, antrian panjang calon penumpang Entebe Express ini mulai terlihat pasca kedatangan kapal tersebut, bahkan menurut informasi dari beberapa calon penumpang, bahwa calon penumpang sudah ada yang telah menunggu kapal Entebe Express di pelabuhan loktuan sejak tanggal 19 mei 2021, mereka umumnya calon penumpang yang berasal dari luar bontang  yaitu kutai timur bahkan ada yang dari muara badak kabupaten kutai kartanegara.

Foto Penumpang Kapal Entebe Express dari loktuan, menuju mamuju sulbar

Dalam pantauan media sempat terjadi kejadian aksi protes oleh beberapa calon penumpang Entebe Express, penyebabnya adalah saat penumpang yang mulai malam hari antri untuk mendapatkan tiket kapal laut, ternyata penjualan tiket kapal Entebe Express di hentikan karna mengacu pada Permenhub Nomor 18 (Tahun 2020) kapasitas penumpang hanya bisa membawa maksimal 50 persen penumpang dari total jumlah muatan normalnya. Inilah yang menjadi dasar penghentian penjualan tiket kapal karna jumlah penumpang normal Kapal Entebe Express sebanyak 200 orang, jika mengacu pada Permen no 18 Tahun 2020, berarti kapal Entebe Express hanya boleh membawa penumpang kurang lebih 100 orang. Hal ini yang menjadi dasar penghentian penjualan tiket kapal.

Suasana dipintu masuk pelabuhan loktuan , penumpang protes tidak kebagian tiket kapal(Kamis 20 Mei 2021)

CALON PENUMPANG KAPAL ENTEBE EXPRESS BONTANG – MAMUJU SEMPAT BERSITENGANG DENGAN APARAT SERTA PETUGAS PELABUHAN.

Calon penumpang kapal laut Entebe Express di depan pintu masuk pelabuhan loktuan, sempat bersitegang dengan aparat serta petugas pelabuhsn loktuan, penyebabnya adalah sebagian calon penumpang yang sudah antri mulai malam hari sampai pagi harinya berharap mendapatkan tiket kapal laut, namun ternyata tiket telah habis, padahal mereka telah mengambil rafid test anti gend dengan membayar pemeriksaan sebesar Rp 175.000 di pelabuhan loktuan, dan sebagian periksa kesehatan di klinik atau RS diluar pelabuhan, salah satu warga yang sempat diwawancararai oleh wartawan adalah pak Masyur calon penumpang asal bontang, dia berkata kami heran kami penumpang masih antri, dan jam baru menunjukkan jam 09 pagi tiket sudah habis, kami curiga ada permainan oknum-oknum calo di loket pengambilan tiket, karna berdasarkan pantauan calon penumpang ada beberapa foto oknum-oknum yang mengambil tiket lewat pintu belakang itu yang kami sesalkan tutur istri pak mansyur. Namun berkat mediasi serta negosiasi yang dilakukan perwakilan calon penumpang yang diwakili oleh bapak Ahmad Aluddin (Ketua Dewan Pemuda Sulawesi-Barat Kota Bontang) meminta kebijaksanaan kepada dishub serta management Kapal Entebe Express, akhirnya setelah beberapa pertimbangan kemanusiaan, akhirnya sebanyak 65 calon penumpang yang belum mendapatkan tiket diberikan tiket agar dapat kembali kekampung halaman di mamuju Sulbar.

Foto Pak Masri Tulak kepala seksi keselamatan berlayar penjagaan dan patroli KSOP Kelas II Bontang bersama penumpang kapal Entebe Expres Pak Mansyur dan Istri.

Kepala KSOP kelas II Bontang pak Masri Tulak saat wawancara dengan media menyampaikan bahwa kami setelah memanggil pihak kapten serta mualim 1 Entebe Express dan memperhatikan secara seksama dokumen kapal, memang kapal ini sesuai dokumennya sanggup memuat penumpang 200 orang, berhubung karna aturan mengacu pada Permenhub Nomor 18 (Tahun 2020) ya mesti kita batasi penumpang, akan tetapi ini sudah menyangkut kemanusiaan juga, penumpang sebanyak 65 orng itu kan sudah rafid test anti gen, bersrti mereka semua negatif covid, olehnya itu pertimbangan kemanusian kami bolehkan untuk diberikan tambahan tiket kapal laut.

Sebenarnya kalau kita merujuk pada Permenhub Nomor 41 Tahun 2020) menurut penjelasan pak Ahmad Aluddin, ada kelonggaran pada armada angkutan laut Kapal, direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub tidak membatasi jumlah penumpang kapal laut. Hal tersebut tertuang dalam Surat edaran Nomor 12 Tahun 2020. Melalui Surat Edaran tersebut, Kemenhub hanya meminta kepada operator kapal untuk menerapkan jaga jarak bagi penumpangnya **(Focustime Media)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *