Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

MENGUKUR KEKUATAN PETAHANA SERTA KEKUATAN PENANTANG PADA PILKADA KAB MAMUJU 2020.

MENGENAL LEBIH DEKAT PENANTANG PETAHANA PADA PILKADA KAB MAMUJU 2020.
7 Oktober 2020
RAHMAD MASUD TANGGAPI KAMPANYE KOTAK KOSONG
8 Oktober 2020

MENGUKUR KEKUATAN PETAHANA SERTA KEKUATAN PENANTANG PADA PILKADA KAB MAMUJU 2020.

FOCUSTIME.ID.-Mamuju,– KPUD Kabupaten mamuju telah Selesai melakukan pengundian nomor urut calon kepala daerah kabupaten mamuju, hasilnya Incumben Habsi Wahid-Irwan SP Pababari,memperoleh nomor urut 2, sementara Siti Sutina Suhardi – Ado’ Mas’ud mendapatkan nomor urut 1.

menurut pasangan Petahana Habsi-Irwan, nomor 2 adalah merupakan angka yang kita harapkan, karena selama ini kita turun kemasyarakat selalu berdua dengan pak wakil, Hari ini, Allah telah mengabulkan Doa kita mencabut Angka Dua, itu artinya Habsi-Irwan Dua kali lebih baik untuk melanjutkan Pembangunan dan Insya Allah kita menang dan Dua kali lebih baik,” ucap Habsi Wahid.

Sementara Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari, sejak awal  telah menantikan Angka Dua sebagai Makna mereka berdua untuk Dua Kali lebih baik melanjutkan Pembangunan di Kabupaten Mamuju.

Bagi Sutina perolehan nomor urut 1 merupakan sesuai atas apa yang diharapkan, Sehingga pihaknya berharap masyarakat Mamuju bersatu memilih Sutina  – Ado’. ini sesuai yang kami harapkan, jadi angka 1 itu merupakan angka pemenang. Jadi kita berharap dengan angka 1 Masyarakat Mamuju mendukung pasangan Tina – Ado,” kata Sutina Suhardi setelah pengundian nomor urut, pada hari Kamis 24 September 2020.

Hal yang sama disampaikan Calon wakil Bupati, Ado mas’ud bahwa angka satu sesuai dengan keinginannya pula, karena nomor 1 dapat menyatukan masyarakat Mamuju mendukung pasangan Tina – Ado’. Selanjutnya ado’ mas’ud menyampaikan bahwa “pada setiap pertandingan atau disetiap lomba yang jadi pemenang itu pasti nomor 1, mudah mudahan di Mamuju ini, kita mengambil nomor urut 1, kita menjadi pemenang pada Pilkada Tahun 2020,” tutup Ado Mas’ud.

Jika mencermati kekuatan masing-masing kandidat ini, partama akan kita bahas adalah partai politik sebagai pengusung, gerbong partai politik yang menjadi pengusung pasangan Habsi-Irwan terdiri dari : 6 Partai yaitu, Nasdem = 9 Kursi, Hanura = 4 Kursi,Golkar = 2 Kursi, PPP = 1 Kursi, Perindo =1 Kursi, serta 1 partai pendukung yaitu berkarya. Total suara dukungan dari partai pengusung sebesar = 18 Kursi,telah melampaui batas dukungan Sebagai mana yang diatur dalam Pasal 40 ayat (1) UU Pilkada yang berbunyi, “Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon persyaratan paling sedikit 20% jumlah kursi DPRD.”

Pada pileg 2019 tahun lalu partai Nasdem adalah partai pemilik suara terbanyak di sulbar dengan total 9 Kursi di DPRD,hal inilah yang menempatkan Azwar Anshari Habsih (anak Bapak Habsi Wahid) sebagai Ketua DPRD dari Partai Nasdem,selanjutnya disusul partai Hanura dengan 4 Kursi,hal inilah pula yang menempatkan kader Hanura Andi Dodi Hermawan sebagai Wakil Ketua 2 di DPRD Kab Mamuju.

satu lagi sosok figur dimamuju,yang akan All Out dalam pemenangan Habsi-Iwan, dia adalah anggota DPRD Provinsi Sulbar,siapa yang tidak kenal dengan ketua DPD Golkar Kabupaten Mamuju yaitu H.Damris, beliau (HD, panggilan kesehariannya) sebagai salah satu ketua partai pengusung Habsi-Irwan, tentunya tidak ingin calon usungannya kalah dalam pilkada yg akan dihelatan 9 desember 2020, segala kekuatan yang beliau miliki akan dipertaruhkan demi untuk memenangkan calon usungannya tersebut,belum lagi kita hitung pergerakan kader-kader partai pengusung lainnya, ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi incumben.

selanjutnya salah satu tokoh yang saat ini juga bertarung melawan kotak kosong di pilkada di mamuju Tengah (Mateng) H.Aras Tammauni,sedikit banyaknya pasti akan memberikan support kepada pasangan Habsi-Irwan, karna Irwan SP Pababari adalah merupakan anak Mantu dari Aras Tammauni,mengamati manufer politik yang dilakukan Aras Tammauni akhir-akhir ini, dengan keluar dari Parta Demokrat,dan berlabuh dipartai Golkar,bahkan sekarang menjadi Ketua DPW Golkar Sulbar,sudah dapat di ditebak bahwa niat hati Bupati Mateng tersebut untuk bertarung pada pilgub sulbar 2022 sudah terbaca, dengan menahkodai Golkar sulbar peluang untuk maju pada pilgub sulbar 2022 cukup besar,untuk memuluskan langkahnya itu beliau harus memenangkan Habsi-Iwan di kab mamuju sebagai basis perolehan suara kedepan setelah Mamuju Tengah.

secara geopolitik incumben memang di untungkan,karna telah memanfaatkan program-programnya kerjanya dimasyarakat selama kurang lebih 5 Tahun, baik berupa pembangunan beberapa infrastruktur di kab mamuju, program Kesehata,Pendidikan dll.serta ditunjang dengan kerja-kerja politik partai pengusung lainnya.

sementara itu di kubu Penantang,Sutina Suhardi – Ado Mas’ud (Tina-Ado) maju di usung oleh partai : Demokrat = 4 Kursi, Gerindra =3 Kursi, PDIP = 1 Kursi, PAN = 3 Kursi, PKS = 1 Kursi,dan PBB = 1 Kursi, total =13 Kursi suara di DPRD telah dikantongi. Sosok Sutina-Ado mulai dikenal masyarakat luas kabupaten mamuju setelah mensosialisasikan diri sebagai calon penantang Petahana, sutinah sebelumnya adalah ASN yang memiliki karir cukup cemerlang, menduduki jabatan-jabatan yang strategis dipemerintahan,jabatan terakhir di ASN adalah Kepala Dinas perdagangan kab Mamuju.beliau merupakan Putri Bapak Suhardi Duka atau lebih dikenal dengan sebutan (SDK), semua orang di kabupaten mamuju pasti tidak asing dengan nama SDK, beliau merupakan Politisi ulung yang pernah memimpin jazirah Manakarra selama 2 periode, kematangannya dalam dunia politik mengantarkannya menjadi anggota DPR-RI dapil Sulbar fraksi Demokrat.

Partai Demokrat,sebagai partai pemilik 4 kursi di DPRD Kab mamuju yang menempatkan kadernya mendapatkan jatah Wakil ketua 1,tentunya PD ini juga menjadi mentor penggerak partai-partai pengusung dan pendukung Sutina-Ado’,kita ketahui bahwa partai Demokrat dibawa kendali SDK saat ini menjadi partai Jawara di sulbar, yang mendudukkan anak SDK yaitu Hj.Siti Suraida Suhardi di daulat jadi ketua DPRD Sulbar periode 2019-2024. dan partai Demokrat sebelumnya di kabupaten mamuju periode 2014-2019 pernah menjadi pemenang pemilu di kab mamuju.hal inilah yang membuat kepercayaan diri pasangan Tina-Ado’ untuk menantang petahana, apa lagi menurut kader-kader PD di mamuju,kemenangan periode Pertama Habsi-Irwan tak lepas dari campur tangan SDK pada saat itu. namun seiring berjalannya waktu, SDK merasa kepemimpinan Habsi-Iwan di periode pertamanya itu banyak mengobral janji-janji kampanye kepada masyarakat,namun kenyataannya banyak janji-janji kampanyenya kemasyarakat itu yang tidak terealisasi,olehnya itu melalui pasangan Tina-Ado kita bangun pemerintahan baru di sulbar,kita jadikan masyarakat kab mamuju sebagai teropong pembangunan di kab mamuju. sinergitas antara pusat dan daerah harus terbangun, jangan seperti pemerintahan sekarang ini di kab mamuju, adanya bantuan-bantuan dari anggaran APBN melalui Aspirasi anggota DPR-RI malah di tolak,ini jika dibiarkan akan menjadi penghambat pembangunan di daerah pungkas SDK.

banyak kalangan yang mengatakan bahwa pertarungan pilkada kabupaten mamuju adalah pertarungan pilkada rasa pilgub, mengapa demikianlah tentulah kita sedikit dapat membaca alur politik SDK, bahwa pilgub 2022 insya Allah Beliau akan maju lagi sebagai salah satu bakal calon. Olehnya itu barometer kekuatan SDK akan di uji pada pilkada Kab Mamuju 2020, jika sutin-Ado’ mampu memenangkan perebutan kursi no 1 di jazirah manakarra ini, maka tidak menutup kemungkinan SDK akan mantap untuk melangkah menuju pilgub 2022 dengan modal kab mamuju sebagai lumbung suaranya.

berbicara tentang mesin politik partai pengusung Tina-Ado’ Total=13 Kursi di DPRD Kab Mamuju,tentulah ini menjadi modal tersendiri bagi Tina-Ado’, karna cukup kita ketahui bahwa ada beberapa partai pengusung Tina-Ado’ yang merupakan partai yang memiliki basis-basis Massa real, contohnya partai pengusung Gerindra, melalui ketua umum Prabowo Subianto,telah mengintruksikan kepada ketua DPW Gerindra sulbar Hj.Ruskati Ali Baal untuk mengerakkan kader-kader partai Gerindra serta simpatisannya untuk bekerja secara sungguh-sungguh memenangkan Tina-Ado, jika ada kader yang membangkang, konsekuensi pemecatan dari keanggotaan gerindra akan menanti.

disamping itu,Hj, andi Ruskati Ali Baal selain sebagai anggota DPR-RI dari Partai Gerindra dapil Sulbar (2 Periode), saat ini beliau juga istri Bapak Gubernur Sulawesi-Barat Bapak Ali Baal Masdar, dan tercatat sebagai ibu penggerak PKK provinsi sulawesi barat. tentunya satu keuntungan tersendiri bagi kubu Tina-Ado’ karna di dukung oleh partai Gerindra.

Selanjutnya partai pengusung PKS, sudah menjadi rahasia umum bahwa partai PKS adalah partai Kader, PKS adalah partai Islam yang mempunyai kader militansi, untuk kader-kader partai PKS di kabupaten mamuju sudah tidak usah diragukan lagi,hal itu disampaikan langsung oleh ketua DPW PKS Sulbar bapak Syamsuddin S.Pdi, yang biasa di sapa uztad Syam, beliau menyampaikan bahwa setelah SK B1KWK dari PKS telah terbit, maka wajib hukumnya para kader-kader Militan PKS di kabupaten mamuju untuk mengkapanyekan Tina-Ado’ di bumi manakarra ini.menurut uztad syam, bahwa 1 periode habsi-Irwan menjabat sebagai bupati/wakil bupati kab mamuju, masih banyak janji-janji politik di periode pertama incumben belum terealisasi,olehnya itu menurut ketua DPW PKS ini, perlu pergantian kepemimpinan baru.

begitupun juga para Kader Partai Amanat Nasional (PAN), sempat suara dukungan dipilkada kab Mamuju terbelah akibat DPP pusat sebelumnya mengeluarkan SK B1KWK kepada calon Petahana Habsi-Irwan, namun kemudian SK tersebut dicabut atau dibatalkan oleh DPP, kemudian DPP menerbitkan SK B1kwk terbaru untuk mendukung pasangan Tina-Ado’, akhirnya dengan keluarnya SK baru dari DPP yang mendukung Tina-Ado,maka kembali kader PAN yang sempat terbelah kembali bulat untuk mendukung serta memenangkan Tina-Ado’,menurut ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Bapak Ramlan Badawi,(saat ini menjabat sebagai Bupati Kab Mamasa), intruksi DPP PAN telah Final dan mengikat bahwa harga mati kader PAN dikabupaten mamuju untuk mendukung Tina-Ado, jika ada kader di kabupaten mamuju yang masih membangkang,maka sangsi terberat akan menantin yaitu pencabutan KTA.

Pak Ramlan Badawi selaku ketua DPW PAN sulbar yang merupakan partai Pengusung Tina-Ado’  beliau merupakan Putra Asli PUS, tentunya punya magnet tersendiri untuk menggaet pemilih dari kalangan masyarakat PUS yang tinggal di Kab Mamuju,kita ketahu bahwa simpul-simpul suara warga pegunungan yang menyebar di kabupaten mamuju begitu besar, gaya blusukan  pak RB (sebutan buat Ramlan Badawi) selama ini kepelosok-pelosok kampung di kab mamuju,sempat terciduk menyambangi Desa Bela,salah satu Desa terpencil di Kab Mamuju yang berbatasan langsung dengan Kab Mamasa yang ditempuh  dengan berjalan kaki,ini merupakan keuntungan tersendiri bagi kubu Petahana.

Demikian halnya ketua DPC PBB kab Mamuju sebagai partai pengusung Tina-Ado,  Bapak Muhammad Nur juga suda pasti akan mengarahkan kader serta simpatisan partai PBB Kabupaten mamuju dengan segala kemampuannya untuk memenangkan Tina-Ado’.

sementara itu ado Mas’ud yang merupakan pasangan sutinah, adalah merupakan ketua DPC PDIP Kab Mamuju, beliau terpilih sebagai anggota DPRD Kab Mamuju selama 2 Periode, namun periode yang kedua, Ado mas’ud hanya menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPRD Kab Mamuju hanya 1 Tahun, beliau mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kab mamuju pada periode ke duanya,karna menerima pinangan sutina menjadi wakil bupati mamuju untuk menantang petahana Habsi-Irwan.

Dikalangan masyarakat Kab Mamuju,mereka hanya mengenal Ado’ Mas’ud sebagai anggota DPRD Kab Mamuju, namun perlu kita ketahui bahwa latar belakang ado’ mas’ud selain sebagai eks anggota DPRD 2 Periode,beliau juga berlatar belakang Aktivis di kab Mamuju,dan satu kelebihan tersendiri yang dimiliki Ado’ mas’ud adalah beliau berasal dari suku Bugis, kita ketahui etnis bugis yang ada di kab Mamuju kian hari kian bertambah,bahkan diyakini seluruh masyarakat etnis bugis yang mempunyai hak pilih di kab mamuju,pasti akan bersatu untuk memilih Tina-Ado.

bercermin dari pengalaman SDK di masa lalu, beliau 2 kali menjabat bupati Kab Mamuju dengan menggaet wakilnya dari etnis Bugis,kita sebut bapak Umar P, dan Bpk,Ir.Bustamin Bausat.pola inilah yang kembali di pakai SDK pada pilkada kab mamuju sehingga menjatuhkan pilihan untuk memaketkan Tina-Ado’.

banyak kalangan politik di kab mamuju terkejut dengan langkah SDK menggandeng Ado Masud berpasangan dengan Tina, namun sekali lagi pak SDK adalah seorang politikus ulung, beliau mampu mengendus plus minusnya Ado mas’ud sebagai wakil Tina,tentunya infrastruktur partai Banteng Moncong Putih akan bekerja maksimal,karna kita tau partai Pemenang pemilu di indonesia saat ini adalah PDIP, tentunya harapan SDK, kebijakan PDIP pusat sedikit banyaknya akan membantu pergerakan Tina-Ado dipilkada kab Mamuju,apalagi sosok Ado mas’ud dimata SDK,adalah figur muda pekerja keras,bergaul dengan masyarakat tanpa melihat latar belakangnya,hal itu sejalan dengan kehidupan pribadi beliau yang berasal dari seorang anak petani yang berasal dari Kecamatan kalukku, dimana di Kecamatan kalukku adalah merupakan pemilih terbesar kedua setelah kecamatan Mamuju. ado’ masud sudah sangat familiar di 3 kecamatan di kabupaten mamuju ini, karna pada Pileg 2014 dan pileg  2019 Ado terpilih sebagai anggota DPRD Kab Mamuju di dapil Kalukku,Kalumpang, dan Bonehau itu sendiri.(* AL* focustime**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *