Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

KUNJUNGAN KERJA KOMISI 1 KALTIM KELAHAN PETANI YANG DI GUSUR PT.MSJ TANPA GANTI RUGI

KOMISI 1 DPRD PROVINSI KALIMANTAN-TIMUR MENGGELAR RDP BERSAMA LBH PIJAR KALTIM DENGAN PT.MSJ TERKAIT LAHAN MASYARAKAT DI DESA SIBUNTAL KEC, MARANGKAYU
2 Februari 2021
RAKYAT HARUS TERLINDUNGI TERAYOMI, DAN TERSEJAHTERAKAN OLEH RAJA /PRESIDEN/PEMIMPIN
8 Maret 2021

KUNJUNGAN KERJA KOMISI 1 KALTIM KELAHAN PETANI YANG DI GUSUR PT.MSJ TANPA GANTI RUGI

Foto kunjungan komisi 1 DPRD prov kaltim (marangkayu,04, Februari,2021)

FOCUSTIME.ID- KUKAR,- Kunjungan kerja yang dilakukan oleh komisi 1 DPRD provinsi kaltim pada areal lahan kelompok Tani Pelita Makmur, berawal dari aduan masyarakat melalui LBH Pijar Kaltim, dengan Nomor Surat : 15/VIII/SP/LBH-PIJAR/KT/2020, dari hasil aduan LBH Pijar tersebut, maka komisi 1 DPRD prov kaltim mengundang para pihak yang terkait untuk rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Prov Kaltim, Senin, 01, Februari 2021, di ruang E komisi 1 DPRD Prov Kalimantan-Timur, dari perwakilan masyarakat hadir ketua LBH Pijar Kaltim Ahmad Aluddin, bapak Nanang beserta Istri,serta beberapa perwakilan masyarakat pemilik lahan lainnya, sementara dari pihak perusahaan diwakili oleh pak Bramantiyo, pak adi serta beberapa pihak legal PT.MSJ. setelah mediasi berjalan, disepakati bahwa DPRD Komisi I akan akan melakukan kunjungan terhadap lahan aduan masyarakat tersebut.

(Foto saat Komisi 1 DPRD prov Kaltim berada dilahan aduan kelompok tani pelita makmur di Desa Sibuntal, kec, marangkayu, dan berdialog dengan masyarakat pemilik lahan, Kamis, 04 Februari 2021).

Selanjutnya rombongan komisi 1 DPRD prov kaltim pada hari Kamis, 4 Februari 2021, melakukan kunjungan pada lahan kelompok tani pelita Makmur, hadir dalam kunjungan komisi I DPRD Prov Kaltim tersebut antara lain : Bapak Agiel Suwarno SE, M.Si, Rima Hartati Ferdian SE, H.Romadhani Putra Pratama, M.Udin S.IP, Mashari Rais beserta staf ahli komisi I DPRD Prov Kaltim.

lahan bapak Mappiare yang telah di dorong paksa oleh perusahaan sebelum adanya penyelesaian (ganti rugi)

Setelah komisi I melakukan peninjauan pada areal lahan aduan masyarakat, maka pimpinan rombongan komisi I DPRD Prov Kaltim bapak Agiel Suwarno SE, M.Si melakukan dialog dengan masyarakat serta pihak perusahaan, salah satu inti dari penyampaian komisi I adalah meminta kepada pihak perusahaan PT.MSJ agar jangan lagi melakukan aktifitas penggusuran lahan masyarakat, sebelum adanya proses mediasi yang akan dilakukan oleh DPRD prov Kaltim, dimana waktunya akan segera dijadwalkan. Dan pihak DPRD komisi I juga menghimbau kepada masyarakat pemilik lahan, agar menyiapkan segala dokumen yang menyangkut tentang legalitas lahan petani agar nantinya dapat diperlihatkan pada saat rapat dengan DPRD komisi I Prov Kaltim. Demikianlah hasil kunjungan komisi I pada areal kebun masyarakat kelompok tani pelita Makmur. Selesai meninjau lahan masyarakat, sekitar jam 15:00 Wita, komisi I meninggalkan areal perkebunan masyarakat.

DUA MINGGU SETELAH KUNJUNGAN KOMISI I DPRD PROV KALTIM, PT.MSJ KEMBALI MELAKUKAN PENGGUSURAN LAHAN MASYARAKAT

foto pak Adiansyah di tengah lahannya yang di gusur pasca kunjungan DPRD Komisi I Kaltim, (Kamis 18 Feb 2021).

Setelah selesai kunjungan komisi I DPRD prov Kaltim, ternyata pihak perusahaan kembali berulah, mereka pada hari Kamis 18 Februari 2021, kembali pihak perusahaan menurunkan alat berat yang dikawal oleh aparat kepolisian, untuk mendorong paksa lagi salah satu lahan masyarakat atas nama pak Adiansyah, sekedar informasi bahwa lahan pak Adiansyah ini berdasarkan surat yg dimiliki seluas 2 Ha, lahan tersebut berbatasan langsung dengan kebun yang digarap oleh pak Saude’ yang sebelumnya telah di gusur sebelum adanya kunjungan komisi I DPRD Prov Kaltim. Dan sekedar informasi lahan Adiansyah ini sebelumnya sudah pernah ditawar oleh PT.MSJ kepada Adiansyah sebesar Rp.340.000.000 (Tiga Ratus Empat Puluh Juta Rupiah), namun pak adiansyah belum bersedia di ganti rugi sesuai permintaan perusahaan, adiansyah berharap ada kenaikan harga sebab tanaman dilahannya sudah berumur kurang lebih 10 tahun. Adapun tanaman disana berupa karet, sawit serta tanaman-tanaman lainnya, namun perusahaan tetap bersikeras mendorong paksa lahan adiansyah sebelum adanya titik temu tentang harga.

Kondisi lahan pak Adiansyah terkini setelah di dorong paksa memakai alat berat pihak perusahaan PT.MSJ.

Yang lebih mencengangkan lagi lahan kebun yg sudah berpuluh tahun di garap pak adiansyah tiba-tiba pihak kecamatan menyampaikan bahwa areal lahan pak adiansyah cuma 22 are, padahal lahan saya luasnya kurang lebih 2 Ha, kata pak adi, saya merasa ada yang sengaja mengurangi ukuran lahan saya untuk keuntungannya kata pak adi kepada awak media focustime. Kami sebagai Petani sangat marah dan sangat kecewa atas tindakan perusahaan yang melakukan pengrusakan berupa penggusuran paksa lahan masyarakat, apa lagi telah ada pernyataan komisi I DPRD Prov kaltim saat kunjungan lahan masyarakat agar perusahaan (PT.MSj) jangan melakukan penggusuran sebelum ada pertemuan yang akan dimediasi oleh DPRD Komisi I Prov Kaltim. Menyikapi hal tersebut, ketua LBH Pijar Kaltim Pak Ahmad Aluddin, sangat menyayangkan sikap Perusahaan yang seolah-oleh tidak ada lagi yang bisa di patuhi, jika setingkat DPRD Prov Kaltim saja himbauannya tidak dipatuhi, apa lagi masyarakat kecil, semakin jelas ini terlihat perusahaan PT.MSJ ini sangat arogan. Kami sebagai pendamping masyarakat mengharapkan DPRD Prov Kaltim untuk bertindak, karna ini kami anggap sudah pelecehan terhadap DPRD Prov Kaltim tutur pak Ahmad.**(Focustime Media)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *