Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

KPK MELAKUKAN OTT TERHADAP BUPATI PPU AGM SERTA MENETAPKANNYA SEBAGAI TERSANGKA SUAP DAN GRATIFIKASI

PLANG PROYEK DI LOKASI PROYEK MAN-IC SULBAR TAK TERPASANG
6 Desember 2021

KPK MELAKUKAN OTT TERHADAP BUPATI PPU AGM SERTA MENETAPKANNYA SEBAGAI TERSANGKA SUAP DAN GRATIFIKASI

Foto Suasana conferensi pers digedung KPK.

FOCUSTIME.ID, KAB PPU,” Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar OTT di Penajam Paser Utara dimana OTT di lakukan setelah sholat magrib pada hari rabu namun pihak KPK belum memberikan keterangan resmi siapa orang yg di tangkap dan apa jabatannya orang yg ditangkap belum di ungkapkan namun adanya penangkapan dibenarkan oleh wakil ketua KPK Nurul Ghufron dan biasanya apa bila KPK gelar OTT biasa Juru bicara KPK secepatnya memberikan keterangan resmi bahwa penangkapan terkait kasus korupsi Ali Fikri selaku Juru bicara KPK berjanji secepat akan mengeluarkan keterangan resmi secepatnya siapa orang yg kena OTT dan apa jabatannya terkait kasus koropsi apa semuanya akan dijelaskan secara resmi melalui Media Surat kabar jadi menurut Ali Fikri Juru bicara KPK agar warga bersabar menunggu keterangan resmi dari KPK Belum di ketahui Detail perkara dan siapa yg ditangkap dalam operasi senyap OTT yg dilakukan oleh KPK membuat warga saling bertanya satu sama lain saling menduga siapa pelakunya dan detail kasusnya sehingga KPK melakukan OTT di Kabupaten Penajam Paser Utara,

Foto bupati Penajam Paser Utara (PPU) H.Abdul Gafur masud yang kena OTT KPK (12 Januari 2022)

Setelah menunggu 1x 24, akhirnya KPK melakukan comprensipers dan menjelaskan kronologis Kejadiannya, KPK melakukan. Penangkapan OTT Bupati Penajam Paser Utara saat Bupati berada di sebuah Mall terbesar di Kota Jakarta Selain Menangkap Abdul Gapur Mashud (AGM) KPK juga menangkap Plt Sekda PPU Dr.Mulyadi (MI), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU, Jusman (JM); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU, Edi Hasmoro (EH); dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis (NAB). Serta pemberi suap pihak swasta Achmad Zuhdi aliyas Yudi (AZ).

Keenamnya jadi tersangka terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022.Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan bahwa Nur Afifah diduga menampung uang suap dari Abdul Gafur. Uang suap itu, disimpan di rekening milik Nur.

Tersangka AGM diduga bersama Tersangka NAB, menerima dan menyimpan serta mengelola uang-uang yang diterimanya dari para rekanan didalam rekening bank milik Tersangka NAB yang berikutnya dipergunakan untuk keperluan tersangka AGM,” ujar Alex dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/1/2022) malam.

Alex mengatakan bahwa uang suap yang diterima oleh Abdul Gafur berasal dari proyek pekerjaan yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara dengan nilai kontrak sekitar Rp112 Miliar. Antara lain untuk proyek multiyears peningkatan jalan Sotek – Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp.58 Miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp.9,9 Miliar

Atas proyek tersebut, Abdul Gafur memerintahkan Plt  Muliadi (MI), Edi Hasmoro (EH), dan Jusman (JM) untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara. 

“Selain itu tersangka AGM diduga juga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan antara lain perizinan untuk HGU lahan sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara dan perizinan Bleach Plant (pemecah batu) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Alex.

Alex juga mengatakan, Muliadi, Edi dan Jusman  adalah orang pilihan dan kepercayaan dari Abdul Gafur untuk dijadikan sebagai representasi dalam menerima maupun mengelola sejumlah uang dari berbagai proyek untuk selanjutnya digunakan bagi keperluan pribadi Abdul Gafur. 

“Di samping itu Tersangka AGM juga diduga telah menerima uang tunai sejumlah Rp1 Miliar dari Tersangka AZ yang mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak Rp.64 Miliar di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Alex.

Mereka di dakwah pasal 12 huruf a dan b dan pasal 11 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak korupsi, sementara yang di tangkap 4 orang di kan PPU, telah dibawa ke jakarta masuk rumah tahanan KPK gedung merah putih kata juru bicara KPK Alexander Mawarto.hingga berita ini diturunkan Penyidik KPK masih terus melakukan pemeriksaan. **(Focus Time Media)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *