Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

Buka Muktamar Parmusi, Jokowi Ungkap Kesembuhan Corona di RI Capai 73,5%

Pilkada 2020 Antara Bencana Kesehatan, Ekonomi, dan Demokrasi
26 September 2020
Antisipasi Kampanye Hitam, Libatkan Influencer
5 Oktober 2020

Buka Muktamar Parmusi, Jokowi Ungkap Kesembuhan Corona di RI Capai 73,5%

FOCUSTIME.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan rasio kesembuhan dari virus Corona (COVID-19) di Indonesia mencapai 73,5 persen. Jokowi berjanji pemerintah akan terus meningkatkan angka kesembuhan dan menekan kasus COVID-19.

Pada tanggal 25 September, kasus COVID-19 di Indonesia sebesar 266.845. Jumlah kasus meninggal dunia akibat COVID-19 sebesar 10.218 dan pasien sembuh mencapai 196.196 orang.

“Alhamdulillah per 25 September, angka kesembuhan kita mencapai 196 ribu orang dengan tingkat kesembuhan 73,5%. Ini semakin meningkat, alhamdulillah. Dan akan terus kita tingkatkan. Angka kematian juga akan terus kita tekan. Jumlah kasus harian kita turunkan dan terus kita tekan agar kurva bisa segera melandai,” kata Jokowi saat membuka Muktamar IV Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) secara virtual, Sabtu (26/9/2020).

Jokowi juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia yang mencapai minus di kuartal ke-2 karena pandemi COVID-19. Indonesia salah satunya mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi dari 2,97% (kuartal I) menjadi -5,32% (kuartal II).

Untuk itu, Jokowi mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus COVID-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan aman COVID-19.

“Saya ajak bersama-sama untuk menjaga hidup bersih dan sehat sebagaimana diajarkan Islam, mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, sering-sering cuci tangan, jaga wudhu, hindari kerumunan, termasuk tidak selenggarakan kegiatan yang kumpulkan orang banyak,” ujar Jokowi.

“Sekali lagi saya sampaikan, penanganan kesehatan adalah yang utama. Yang lebih utama pencegahan penularan,” jelas Jokowi.

Dalam Muktamar Parmusi, juga disampaikan program Desa Madani yang dikembangkan Parmusi. Parmusi berharap pemerintah bisa memberikan lahan yang tidak produktif untuk digunakan.

Merespons hal tersebut, Jokowi ingin bertemu dengan Ketum Parmusi Usamah Hisyam membicarakan masalah lahan. Jokowi tertarik dengan program Desa Madani dari Parmusi.

“Tadi disampaikan Pak ketua mengenai lahan, saya ingin bertemu dengan Pak Ketua Parmusi untuk finalisasi masalah lahan ini. Saya sangat tertarik apa yang disampaikan desa madani yang dikembangkan dan pemerintah Insyaallah dukung program yang dilaksanakan Parmusi ini,” kata Jokowi.

Sumber : https://news.detik.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *