Focus Time menyajikan Informasi Terkini,Teraktual,Tajam dan Terpercaya. Untuk Pemasangan Berita serta Iklan hubungi 08115819830 - 08125657953 - 081248555972

BANJIR DI WILAYAH DESA TANAH DATAR KM 42, DI DUGA AKIBAT TERTUTUPNYA JALUR SUNGAI ALAM

KUNJUNGAN KERJA DPD RI DAPIL KALTIM BERSAMA PEMERINTAH DAERAH DAN STAKEHOLDER DALAM RANGKA INVENTARISASI RUU PERUBAHAN UUD NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA
26 Januari 2021
SIAPA PENGGANTI WAKIL WALIKOTA TERPILIH BALIKPAPAN YANG MENINGGAL DUNIA
29 Januari 2021

BANJIR DI WILAYAH DESA TANAH DATAR KM 42, DI DUGA AKIBAT TERTUTUPNYA JALUR SUNGAI ALAM

foto suasana banjir dan kemacetan kendaraan di KM 42 Desa Tanah Datar.(tanah Datar, 27 Januari 2021).

FOCUSTIME.ID,-KUKAR,- Langganan banjir yang terjadi pada kilo meter 42 desa Tanah Datar kabupaten kutai kartanegara di resahkan oleh para pengguna jalan menuju samarinda provinsi kalimntan-timur, terutama masyarakat setempat, beberapa masyarakat yang di temui wartawan di desa tanah datar Km 42 menyampaikan bahwa kondisi banjir saat ini sudah cukup parah pak, kalau dulu memang daerah ini kalau hujan air memang biasa tergenang, namun setelah hujan berhenti, airnyapun surut, tapi sekarang berbeda, hujan sudah reda, tapi airnya tak kunjung surut, Menurut warga setempat, penyebab utama banjir di daerah adalah adanya bangunan baru disini yang menutup sungai, sehingga jalur keluar air sudah tidak ada lagi karna sungai di timbun oleh pengembang.

foto Kepala Desa Tanah Datar Pak H.Anwar (tanah Datar,27 Januari 2021).

Mendapatkan informasi tersebut, media mencoba menghubungi pihak desa tanah datar, berdasarkan penyampaian dari Kepala desa tanah datar bapak H.Anwar melalui Sekretaris desa tanah datar bapak Samsuddin yang menerima kedatangan wartawan di kantor desa tanah datar, beliau menyampaikan bahwa memang benar saat ini wilayah kami jadi langganan banjir tiap musim hujan, apalagi KM 42 ini adalah jalan provinsi, tentunya dilewati terus oleh penggunanya jalan baik orang yang mau ke samarinda,maupun penggunan jalan dari samarinda menuju kukar,bontang, berau serta akses jalan darat menuju provinsi Kalimantan-utara. Selanjutnya pak Samsuddin menyampaikan bahwa keterangan dari warga yang disampaikan ke media itu memang benar pak, saya ceritakan kronologis tentang bangunan yang dimaksud masyarakat yang salah satu penyebab banjir disini, dari awal pematangan lahan bangunan yang dimaksud warga itu, kami pihak desa tanah datar sudah menyurati pengembang bahwa tolong agar semua regulasi perizinan dipenuhi dulu sebelum membangun kami sudah sampaikan baik secara lisan,maupun secara tertulis.

foto bangunan milik pak Alexander warga samarinda yang di duga penyebabnya banjir serta foto ibu Armanah pelaksana pembangunan.

tanggal 4 oktober 2019 kami surati lagi pihak pengembang arsip suratnya masih kami simpan, saat penimbunan lahan milik Alexander warga samarinda dimana penaggung jawab pekerjaan penimbunan dan pembangunan itu di percayakan kepada bapak wiliam santoso serta ibu armanah,(kedua orang ini suami istri), kami sampaikan bahwa berdasarkan laporan masyarakat bahwa pihak pengembang menimbun sungai Alam, mohon agar pengembang jangan melakukan penimbunan sungai karna nanti berdampak banjir akibat tidak mengalirnya air dari hulu karna tertutup oleh bangunan bapak Alexander, namun mereka tidak mengindahkan seruan pemerintah desa, bahkan mereka menyampaikan ke kami bahwa di SHM kami tidak ada didalam gambar sungai, jika ada yang mau complain silahkan gugat di pengadilan begitu penjelasan dari pengembang berdasarkan penyampaian pak sekretaris desa tanah datar. Harapan kami sebagai pemerintah desa, agar pihak pengembang mengembalikan fungsi sungai Alam seperti sebelumnya agar air dari hulu dapat mengalir ke hilir sehingga tidak ada banjir seperti ini lagi.

Selanjutnya pak sekdes juga menyampaikan ke media bahwa untuk pembangunan infrastruktur jalan di kilometer 42 insya Allah akan dilakukan pengerjaannya di bulan februari atau maret 2021, melalui anggaran PUPR provinsi Kalimantan-timur.***(Focustime Media)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.